Tampilkan postingan dengan label Fan Fiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fan Fiction. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 September 2013

Fan Fiction - Goodbye Summer (EXO)







Musim Panas..

Musim terfavorit sepanjang hidupku..

Aku ingat masa-masa itu..

Saat kau dan aku bersama..

Tak terpisahkan oleh ruang dan waktu..

Selalu menempel berdua kemanapun kita pergi..

Seperti lem dengan kertas yang selalu melekat..

Dimanapun itu ada kamu, aku pasti bersamamu.. 

Teriakan, tertawaan, gurauan yang kita buat memenuhi semua lorong sekolah..

Bahkan tak sedikit pula yang bilang bahwa kita berpacaran..

Apa benar begitu?

Bagaimana menurutmu?

Kalau aku,

Iya..
___________________________________________________________

Genre : Romance, Friendship,Hurt, Schoollife
Rating : T
Length : Drabble / Oneshoot
Author : ririzzahra
Main Cast : Do Kyungsoo a.k.a D.O Exo
                        Kim Hye Ri a.k.a Park Shin Hye
Another cast : Find it by yourself^^
NO COPY! NO PLAGIAT PLEASE!
Enjoy Reading^^
____________________________________________________________

Kyungsoo POV

Kulihat rambut itu, panjang, berwarna cokelat, berkilauan diterpa sinar matahari. Ku kalungkan tanganku ke leher pemilik rambut itu.
"Ya! Do Kyungsoo! ini sesak eoh!!." pemilik rambut indah itu Hyerin. Sekarang menatapku dengan death glarenya yang. Mengerikan.
"Kenapa kau marah eoh?! Sedang Pms ya? Hahaha.." balasku tak mau kalah.
"Nee! Aku sedang Pms! Wae?!." ujarnya sambil mempoutkan bibir kecilnya. Aih sangat imut. Aku sangat suka sikapnya yang seperti itu. Menggemaskan.
"Aigoo.. sudahlah ayo kita ke kantin!." ajakku dan menarik tangan kecilnya.

Menggenggam tangannya dan berjalan di lorong kelas sudah biasa untukku dan Hyerin. Apa hubunganku dengannya? Adik kakak? Bukan. Saudara sepupu? Bukan. Pacar? Ehm. Aku mengharapkan hal itu. Sudahlah lupakan.
Entah kenapa aku nyaman berada disisinya. Sifatnya yang ceria, dan sopan membuatku nyaman bersamanya. Kehangatan yang kurasakan, dan gemuruh pacuan dadaku saat berada di dekatnya, menambah rasa cintaku padanya.
Oops.. apa yang barusan ku katakan? Cinta? Hmm ya,, mungkin aku tidak bisa bohong tapi aku benar-benar mencintainya.
Dia itu Musim panasku, musim terfavoritku. Aku sangat senang berada di dekat Hyerin, sama seperti aku menikmati musim summer ku. Tapi mungkin ini adalah terakhir kalinya aku menggenggam tangannya.
Sampai waktu itu..

#FLASHBACK ON

"Kyungie-ya bawakan bukuku ya?? Hehe.." ujarnya dengan wajah polosnya.
"Ya.. Wae? Kenapa harus aku?" jawabku bingung.
"Sudahlah nanti kau akan kutraktir Jajangmyun nee?." balasnya sambil berlari kecil.
"Nee! Araseo Kapten!." jawabku sambil menirukan tentara yang sedang hormat sambil tertawa kecil.

BRUK!

Suara itu membuatku melihat lebih jelas ke arah depan, kulihat Hyerin menabrak seorang namja tinggi yang membawa buku dan sekarang buku-buku itu sudah berserakan di lantai oleh ulah Hyerin.
"Ah! Jeongmal mianhe, biar kubantu bereskan ya,," ucap Hyerin bertubi-tubi sambil menundukan kepalanya dalam-dalam.
"Ah nee gwenchana, oiya namaku Chanyeol, kamu?" tanya namja bernama Chanyeol itu.
Hyerin yang bingung sejenak dengan pertanyaan itu menatap wajah Chanyeol dalam-dalam.
"Na..Namaku Hyerin," ucap Hyerin malu-malu dan menjabat tangan Chanyeol.

Kulihat percakapan mereka dari jauh, ada perasaan bergemuruh dan tidak suka dihatiku. Ada apa ini? Apa yang terjadi denganku? Bukankah itu haknya untuk mempunyai teman laki-laki selain dirinya? Ayolah Kyungsoo buang jauh-jauh pemikiran kalau kau adlah kekasihnya. Kau hanya sahabatnya!

Saat pulang sekolah seperti biasa aku akan pulang bersama dengan Hyerin. Tapi, kutunggu dia di depan gerbang, aku tetap tidak melihatnya, sedari tadi suara teriak-teriakan Hyerin tidak terdengar sama sekali.
Kemana dia?
"Ya! Kyungie! Kau menungguku eoh?" tanyanya mengagetkanku dari belakang.
"Ah,, akhirnya ketemu juga kau! Kajja kita pulang!" kataku sambil menarik lengannya.
"Ahh itu Kyungie,, aku mau minta maaf, sepertinya aku tidak bisa pulang bersamamu, aku sudah janji dengan seseorang," ucapnya dan melepaskan tangannya.
"Eoh?! Bagaimana dengan Jajangmyun ku? Kau sudah janji kan?"
"Mianhe Kyungie-ya,, mungkin besok saja ya,,.".
Kukumpulkan segenap keberanianku untuk bertanya tentang ini dengannya. Dan berharap bukan nama 'itu' yang akan kudengar.
"Memangnya kau janji dengan siapa?." tanyaku. Gotcha! aku sudah berhasil menanyakannya. Ayolah kumohon jangan nama 'itu' yang kau sebut, Hyerin-ah.

Dengan ku!

Tiba-tiba sesosok manusia yang mempunyai nama 'itu' nama yang sangat tidak ku inginkan muncul di belakang Hyerin. Ya dia adalah namja itu. Chanyeol. Rasa yang sama seperti tadi siang kembali menjalar ke setiap ujung badanku. Rasa tidak sukaku terhadapnya kembali memuncak.

"Oiya kulihat kalian berdua itu sangat dekat, apa kalian berpacaran.?" tanya Chanyeol. Sontak pertanyaan itu membuatku kaget setengah mati. Bgaimana bisa dia bertanya seperti itu saat keadaanku sedang cemburu-cemurunya. Kulirik Hyering sekilas, ia terlihat salah tingkah tapi dengan cepat ia menjawab dengan jawaban yang..

"Tidak! Kami tidak mempunyai hubungan apapun, kami hanya sebatas teman-"

DEG!

Rasanya saat mendengar jawaban itu, nyawaku seperti meloncat dari tubuhku selama beberapa detik. Penglihatanku sedikit kabur. Pendengaranku seperti seperti berhenti bekerja selama 5 detik. Apa yang barusan kudengar? Hyerin yang selama 6 tahun ini aku bersamanya, aku mencintainya dan menyayanginya seperti adikku sendiri. Ia hanya menganggapku sebagai teman? Hanya teman? Bahkan bukan kakaknya? Apakah ini berarti penantianku selama ini hanya sia-sia? Dia tak pernah mencintaiku? Sepertinya aku sudah gila. Mencintai seseorang yang bahkan tidak menganggapku dekat.

#FLASHBACK OFF

Sejak kejadian itu aku semakin jauh dengan Hyerin. Tapi Hyerin makin dekat dengan Chanyeol. Bahkan sampai hari kelulusanpun aku tak sempat melihatnya. Padahal aku akan pergi ke luar negeri untuk melanjutkan studiku. Sepertinya Hyerin sudah benar-benar melupakanku. Hanya sebatas sapaan kecil saja sudah cukup untuk menutup rinduku saat ini Hyerin-ah. Kau sudah benar-benar pergi Hyerin-ah. Bagaimana dengan Jajangmyun ku? Kau pasti sudah lupa ya? Haha aku tak akan pernah lupa tentang itu Hyerin-ah. Kuharap semua kenangan kita, perayaan kita, kau masih mengingatnya. Walaupun ku tahu yang sekarang ada di pikiranmu hanya Chanyeol. Tolong jangan lupakan saat-saat senang,sedih,malu,takut,bodoh,rajin yang telah kita lakukan selama ini.

Kau adalah Musim Panas terfavoritku. Dan akan Selamanya menjadi yang terfavorit.

Sekarang Selamat tinggal Musim Panasku, semoga kau bahagia dengannya..

GoodBye My Summer...

Sabtu, 07 September 2013

Fan Fiction - R O S E (Drabble)







 ..R O S E..


..Mawar yang indah..
..Tapi tidak semua kisah cinta itu indah..


 _____________________________________________________________

 Genre: Romance, sad, hurt
Length: Ficlet / Drabble
Cast: You as boy, and another as girl
No Plagiat
No Copas
Thank You
Happy Reading^^
______________________________________________________________



Sebuket mawar merah, melingkar ditanganku.

Kupandangi Mawar Merah yang terbungkus rapi itu.
Sangat Indah.

Andaikan aku bisa memilikinya setiap hari, tapi sepertinya itu semua hanya khayalan.
Mawar Merahku adalah
Kamu.

Ya, kamu yang sekarang sudah pergi.
Bukan pergi sebentar, tapi selamanya.

Terbang bersama arwah yang akan membimbingmu kesana.

Kenapa Mawar?
Karena wajahmu secantik Mawar yang tak pernah layu, pendiam tapi tegas.
Sikapmu juga baik,pintar, apalagi yang kurang? Kau sempurna, perfect.

Kenapa Merah?
Karena saat berada didekatmu, semburat merah itu akan mewarnai wajah cantikmu.

Apakah kau malu?
Aku hanya bisa tersenyum mengingat kembali kenangan bersamamu.

Waktu terasa begitu cepat, sebuah vonis mengatakan bahwa hidupmu tidak akan lama lagi, saat itu rasanya aku merasakan sakit yang sama denganmu.

Kulihat wajahmu memucat,
Bibir cherrymu yang biasanya akan membuat senyum yang manis,

Berubah menjadi putih, dan kering.
Tatapan matamu kosong bagai boneka kayu yang tak bernyawa.

Berjalan tertatih diringi ringisan sakit yang kau rasakan,

Kau masih bisa tersenyum.

Sungguh ingin menangis saat aku melihatnya.

Berpura-pura kuat dihadapanku, padahal kau merasakan sakit menusuk yang perlahan membunuhmu.

Aku merasa aku bukan apa-apa bila dibandingkan olehmu.

Sikapmu itu yang selalu kuat, ceria dan semangat.

Oh Tuhan..
Aku mencintainya..
Bawalah aku bersamanya..
Dia pergi terlalu cepat..
Aku berjanji akan menjaga dan menemaninya selamanya..
Ini doa terakhirku Tuhan..
Terimakasih..

______________________________________________________________





Terimakasih udah mau baca? Gimana drabblenya? Commentnya ya readers,, Gomawo^^

Minggu, 01 September 2013

Fan Fiction - Always Rain Part 3 (EXO)





Part 3

Genre: Romance, sad, angst,school life

Rating: PG-15

Length: Chaptered

Author: ririzzahra

Main Cast:

Lu Han (Lu Han EXO)

Kim Jong In (Kai EXO)

Choi Ahn Ra (OC)

Othher Cast:

Kim Min Ra (OC)

Do Kyungsoo (D.O EXO)

Byun Baekhyun (Baekhyun EXO) Mian kalo ceritanya Gaje *Bow 90'
__________

Ahn Ra POV

Kai? Siapa dia? Seingatku appa tidak punya teman yang mempunyai anak bernama kai. Setidaknya sekarang aku sudah tau namanya. Appa pasti sengaja menjodohkanku dengannya karena masalah bisnis. Luhan oppa tidak boleh tau tentang ini, sekarang ini aku hanya bisa berharap appa mengubah keputusannya.

Aku berusaha menutup mataku untuk malam ini, tapi aku tak bisa mataku masih terjaga sepanjang malam karna memikirkan perjodohan itu. Karna tak bisa tidur aku memutuskan untuk jalan-jalan ke luar rumah. Baru sampai di tangga aku melihat appa sedang berbicara lewat telfon. "Ah,, nee besok anakmu akan kesini kan? hahah iya aku juga penasaran dengan anakmu..". begitulah kira-kira yang kudengar. Sepertinya namja bernama Kai itu akan kesini besok. Hmm. Aku tidur di sofa bawah sajalah. Apa aku nelfon Luhan oppa aja ya?.

"Yeoboseyo?.."
"Annyeong oppa.."
"Ra-ya.. kenapa kau belum tidur? Ini sudah malam.."
"Aku belum bisa tidur oppa.. temani aku sebentar ya.."
"Nee,, kau mau cerita apa? Hmm?"
"Anni oppa.. aku ingin kau menyanyikan lagu untukku.. satu saja.."
"Lagu apa ya? Hem ehem.. dengarkan yaa chagi"

Naega nungama gidohan i sungani..
Geudae ein mameul anajulge cheoncheonhi..
Oneuri hanbeonui chance na naeditneun cheot georeum..
Yaksok halge jal halgeoya..
Gidaemankeum na yeoksi haengbokhage..
Uri dul manui kkum geu cheot georeum..~

Suaranya yang lembut.. Penuh kasih sayang. Menggetarkan hati kecilku. Memori-memoriku tentangnya kembali menguak di pikiranku. Terlalu bodoh jika aku melepaskan Luhan oppa begitu saja. Dia baik, tampan, perhatian, tapi tidak over. Bagiku dia itu Perfect. Ya sangat Perfect.

Nae nuni wae iri (Nunbusyeo hage dwae)..
Simjangi wae iri (Michin deut ttwige hae)..
Sum gappa ojiman (Naegen neomu sojunghae itjima)..
Maen cheoeum ne kkum, ne mal, geu nunmulboda jinhan..
Tto cheongugui nektaboda dalkomhaetdeon..
Yes, you are my baby baby baby, baby baby baby..~

Tak terasa kristal-kristal bening mulai mengalir melewati pipiku. Lirik terakhir yang di nyanyikan Luhan oppa sukses membuat airmataku bercucuran. Entah kenapa aku jadi secengeng ini. Apa karena masalah sulit yang kualami beberapa hari ini?. Yang bisa membuatku tersenyum hanya satu orang, eh bukan orang tapi Malaikat. Malaikatku yang satu ini lebih dari siapapun. Malaikat yang selalu membuatku tersenyum di saat-saat seperti ini. Aku sangat mencintai Malaikatku. Sangat.

"Ra-ya ,, kenapa kau menangis? Ada masalah apa? cerita dengan oppa.."
"Anniyeo.. Gwenchana oppa jinjja Gwenchana..."
"Tapi sikapmu aneh,,jarang sekali kau minta dinyanyikan lagu.."
"Memangnya kenapa oppa? Apa tidak boleh?"
"Tidak bukan begitu ,,boleh saja..apapun akan kulakukan untuk Yeojachinguku ini.."
"Kalau begitu sebelum tidur aku ingin oppa bilang padaku kalau oppa sangat mencintaiku..boleh?"
"Nee.. Aku sangat sangat sangat mencintai dan menyayangi Choi Ahn Ra.. satu-satunya yeoja termanis di dunia ini.."
"Hehehe.. gomawo oppa nado.. neomu saranghaeyo.. Luhan oppa.. bye"

Tuuttt..

Setelah  telfon dengan oppa rasanya ngantuk. Hoamm..

Aku tertidur di sofa dengan nyamannya...  

Memulai mimpiku dengan Luhan oppa...

***

Aroma pagi hari mulai menusuk hidungku. Matahari mulai bersiap-siap dengan tugasnya. Burung-burung berkicau seakan membangunkanku dari mimpi panjangku. Perlahan kubuka mataku. Aku melihat sepasang mata coklat di hadapanku. Apa aku masih bermimpi?. Tidak,, mata itu berkedip, berarti dia hidup. Aku mengucek mataku dan memastikan mata coklat milik siapa tadi. 

"Good Morning Choi Ahn Ra..hehe..". 

PLAKK!!

Seorang namja yang tak ku kenal sekarang sedang duduk di lantai sambil memegangi  pipinya yan merah setelah kutampar. 

"Ya! Nuguya! Mau apa kau?!". Dengan rambut yang masih berantakan aku berdiri dan memukulnya dengan bantal.

BUGH! BUGH!

"YA!! Appo!! Kenapa kau memukulku?! Kaukira aku ini apa?? Hantu??". teriaknya sambil berusaha membersihkan badannya.
"Itu salahmu sendiri! Suruh siapa kau mengagetkanku?! Siapa kau?!".balasku tak kalah kerasnya.
"Aku Kim Jongin, Kai..". ucapnya dengan senyuman yang menyungging di pipinya.
"Cih! Mau apa kau kesini?!".
"Aku ini calon suamimu sopanlah sedikit denganku,,".
"Hah? Calon Suami? Sejak kapan aku menyutujuinya? Kau gila ya?". ucapku tak mau kalah.
"Nee aku gila karnamu,,". katanya memegang tanganku. Sontak langsung ku lepas tangannya dan berlalu meninggalkannya yang masih menatapku dengan senyum simpulnya.
"Sudahlah, aku mau mandi."

Aku berjalan gontai menuju kamar. Meraih ponselku dan membuka lockscreen nya. 'Hmm Sepi'. Selesai mandi, aku memakai seragam sekolahku, kukucir rambutku ke belakang tanpa poni. Polesan bedak tipis dan lipgloss cherry melekat di wajahku. Selesai. Begitu keluar dari kamar, hpku yang bergetar menghentikan langkahku. Hmm? Luhan oppa?

From: Luhan Oppa
Morning Angel.. :*
Bagaimana mimipimu? Indahkah? Apa oppa bersamamu?
Setelah pulang sekolah, ceritakan dengan oppa ya,, oppa menunggumu :*

Omo. Mimpi apa aku semalam? Luhan oppa sangat romantis. Ahh sangat beruntung bisa mempunyai kekasih saperti dia. Tak heran dulu banyak yeoja yang tergila-gila padanya. Jadi tidak sabar menunggu pulang sekolah. Hehe..

"Ra-ya kau sedang apa? kenapa lama sekali?". suara teriakan appa  menggema di telingaku.
"Nee appa chankaman.." dengan segera aku menuruni tangga dan mendapati appa dan namja yang tadi pagi membangunkanku sudah menunggu di depan pintu.
"Selamat pagi appa .."ucapku gugup dengan membungkukan badanku.
"Aigoo putri appa memang sangat cantik ya,, cocok untukmu kan Jongin?" cih apa-apaan appa ini. Tapi memang mataku tak bisa berbohong namja bernama Kai ini tampan. Ya setidaknya nomer 2 setelah Luhan oppa.
"Ahh nee abeoji...." jawab kai tersipu malu.
"Kalian berdua akan berangkat bersama jadi, bersiap-siaplah,.." appa meninggalkan kami berdua yang masih berdiri mematung.

"Kajja Ra-ya!".

_______________

Author POV

Ahn Ra masih menunggu Luhan yang akan menjemputnya di sekolah. Aigoo lama sekali Luhan oppa. Sesosok namja berkacamata hitam dengan pakaian sweeter yang menutupi kemeja pendeknya, berjalan mendekati Ahn Ra. "Op..Oppa kenapa?". tanya Ahn Ra yang masih sibuk menatap bingung ke arah namja di depannya.
"Oppa akan mengajakmu jalan-jalan dulu, kajja ikut oppa. Tangannya merangkul pundak Ahn Ra  mendekatkannya ke dekapan Luhan.
________________

Ahn Ra POV

Sampailah aku dengan luhan oppa di sebuah taman yang sangat kukenali. Ya, ini adalah taman dimana aku bertemu lagi dengan luhan oppa setelah sekian lama. Tak ada yang berubah dari taman ini. Pohon besar itu masih berdiri kokoh di tengah taman. Mengingatkanku dengan kejadian di bawah payung itu. Ooh Romantisnya. Luhan oppa kembali membawaku ke cafe itu. Cafe dimana Luhan oppa menyatakan perasaanya kepadaku. Saat-saat itu membuatku tersenyum sendiri, aku tak menyadari Luhan oppa yang sedari tadi melihatku tersenyum sendiri.

"Ra-Ya kau ini kenapa sih? Menyeramkan.." canda Luhan oppa.
"Eish,, seram apanya? Wajahku yang cantik seperti ini dibilang seram? Lepas dulu kacamata oppa, kalau mau menilai orang.." jawabku menggerutu.

"Baiklah.." Ia melepas kacamata hitamnya. Memperlihatkan kedua bola mata imutnya, yang menjadi pelengkap wajah ke-Malaikatannya. Terlalu berlebihan? bagiku tidak, itulah faktanya. Luhan oppa sedikit mengacak rambutnya menjadi sedikit mohawk. Memperlihatkan wajah cerah setampan malaikat itu, dihadapanku.

Ugh. Nafasku sesak. Oh tuhan biarkan aku bernafas. Jika aku tidak mengedipkan mataku, mungkin mataku sudah meleleh. Hatiku juga ikut meleleh, eh tidak lebih tepatnya menjadi abu.

"Apa sekarang aku boleh menilaimu? Hm?,," tanyanya mengagetkanku dengan senyum smirknya.
"Ah..nee..itu, a-anni.." jawabku sesenggukan. Yaampun ada apa denganku? Sadarlah Ahn Ra,, sadarlah.

"Eii,, lihatlah, kau malu kan? Bahkan wajahmu sudah semerah mawar sekarang.."
"Hmm? Kenapa mawar?" tanyaku sembari meneruput Cappucino yang kupesan tadi.
"Karena walaupun wajahmu memerah, kau tetap cantik seperti mawar merah.."

DEG

Aku merasa bersalah karna sudah menutupi keadaan sebenarnya. Keadaan kalau aku sudah di jodohkan. Jahatnya diriku ini, memberikan sebuah harapan palsu untuk oppa. Apa yang sudah kupikirkan selama ini?. Tapi aku masih ingin bersamanya, aku ingin merasakan kasih sayang Luhan oppa lebih lama. Sudah lama aku tidak merasakan perhatian dari seorang namja. Sungguh aku mencintaimu Luhan oppa, aku hanya tidak ingin berpisah denganmu.

"Kajja Ra-ya kita pulang.."

Luhan oppa meraih tanganku, menyatukan dengan tangan hangatnya. Aku hanya bisa tersenyum dengan perlakuannya.

"Oppa.."
"Nee?"

Aku memeluknya dengan erat. Sangat erat. Luhan oppa balas memelukku. Membisikkan kata-kata yang membuat air mata yang kutahan sedari tadi, menjadi tumpah.

"Ra-Ya, kaulah satu-satunya mawar merah dihatiku.."

Dia menciup pipiku dengan lembut. Aku merasakan kehangatan cintanya melalui bibir itu. Bibir yang selalu membuat senyum malaikat di wajahnya.

Gemericik air hujan membasahi kami berdua. Kenapa ketika aku bersama dengan Luhan oppa selalu hujan?. Mungkin Tuhan mempunyai makna tersendiri dibalik hujan ini. Always Rain.

Samar-samar kulihat seseorang membawa payung dan memperhatikan kami dari jauh. Oh tidak, dia namja menyebalkan.


_______________

TBC..^^mian ya kalo gaje. Saran dan Komentarnya ya readers. Don't be a silent readers. Gomawo ^^ 

Selasa, 06 Agustus 2013

Fan fiction - Always Rain Part 2 (EXO)




Part 2

Genre: Romance, angst,school life

Rating: PG-15

Length: Chaptered

Author: ririzzahra

Main Cast:

Lu Han (Lu Han EXO)

Kim Jong In (Kai EXO)

Choi Ahn Ra (OC)

Othher Cast:

Kim Min Ra (OC)

Do Kyungsoo (D.O EXO)

Byun Baekhyun (Baekhyun EXO) Mian kalo ceritanya Gaje *Bow 90'
 __________

Ahn Ra POV

"O..Oppa? Apa benar kau Luhan op..pa?" ucapku terbata. Aku tak percaya ini orang yang kukira tak kan kembali lagi sekarang berada di hadapanku dan memayungiku.
"Nee..oppa kembali Ah Ra ya..". Tangannya menarik lenganku, membuatku berdiri. Aku hendak memeluknya tapi ia menghentikanku.
"Apa kau mau memelukku dengan keadaan basah seperti itu? Kkk~". Senyum indah bak malaikat itu kembali menghiasi wajah tampannya. Akhirnya dia mengantarku ke sebuah cafe kecil yang nyaman.

"Mendekatlah,,". Dia mengeluarkan sebuah handuk kecil dari tasnya. Dengan hati-hati ia mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku. Omo..Eottokkaji?..Pikiranku sudah melayang-layang di sana, mulai memikirkan apa yang akan terjadi padaku selanjutnya. 'Yaampunn eomma anakmu sudah berpikiran seperti ini' .

"Fuhh..". Dia meniup leherku. Sontak aku teriak saking kagetnya.
"AAAA!! Oppa! Heish jeongmal! Kenapa kau melakukan itu??!!. teriakku kesal.
"Hahaha lehermu masih seperti dulu ya, sangat sensitive," ucapnya sambil mencubit pipiku.

Oh iya Luhan itu dulu teman dekatku waktu di JHS. Sebenarnya kami sempat pacaran, tapi itu tidak lama. Ada masalah yang membuatku dan dirinya berpisah, yaa,, kehadiran orang ketiga, dan dia juga harus pindah ke Jepang selama beberapa tahun. Dengan begitu putuslah hubungan kami. Kisah cinta yang menyedihkan ya?. Bahkan memori ku tentangnya masih lekat di pikiranku dan membuat penyakit hati ini terus menyerangku.

"Ini pakai jaketku dulu..". Suaranya membuatku buyar dari lamunanku. Dia melepas jaketnya dan memakaikannya untukku.

"Oppa.."
"Nee wae?"

Aku memeluknya. terasa pelukan yang hangat. Serasa tak ingin melepaskan pelukanku aku mengeratkan tanganku yang melingkar di badannya. Aku terlalu merindukannya.

"Ah Ra ya! kenapa kau?-,"
"Bogoshipo..oppa. Apa oppa tidak merindukanku?" ujarku mempoutkan bibirku.
"Anni, nado bogoshipo yo..saranghaeyo Ah Ra ya.. maukah kembali padaku?". Mataku terbelalak seakan tak percaya, aku menanyakannya lagi.
"Mwo?? tadi oppa bilang apa?"
"Saranghaeyo Choi Ahn Ra! Maukah kau kembali padaku?" teriaknya lantang.
"Ya! oppa! jangan keras-keras malu tau! Huh!" ucapku kesal.
"Aigoo kau makin cantik ya kalau cemberut hehe".
"Hih oppa sama sekali tidak berubah ya,, gombalannya"
"Heish jinjja". Dia menjitakku pelan.
"Akh oppa! Appo!". ujarku sambil mengelus kepalaku yang sebenarnya tidak sakit.

Begitulah, kami melepas rindu di antara kami berdua. Cuaca hujan yang dingin itu tidak membuatku kedinginan. Karena Luhan oppa berada di sisiku. Aku bersyukur pada tuhan karena telah mempertemukanku dengan malaikat tampan yang akan menjagaku. 'Aigoo aku hampir lupa! Bukankah aku pergi dari rumah?. Ahh pabo sekali aku,, pasti sekarang eomma sedang mengkhawatirkanku. Aku harus segera pulang.'.

"Ahh oppa aku harus pulang..eomma nanti khawatir..". Segera kuhabiskan cokelat panas yang kupesan di cafe tadi.
"Nee.. biar oppa antar ya?".

Kami berdua berjalan di tengah hujan yang deras. Di bawah payung yang akan menjaga kami berdua dari tetesan air hujan. Luhan Oppa merangkul bahuku. Mendekatkanku dengan tubuhnya sehingga tidak ada jarak diantara kami berdua. Mungkin karna sudah lama tidak seperti ini dengan seorang namja, jujur saja aku merasa gugup. Bagaimana tidak dia mendekapku sangat erat, seperti memelukku sambil berjalan. Tapi raut wajah oppa biasa saja, apa mungkin aku yang terlalu sensitive?-_-

Sampai di depan rumah, Luhan oppa melepaskan rangkulannya. "Mau kuantar sampai teras?". tanyanya di iringi suara hujan. "Aah.. tidak usah lagipula jaraknya tidak jauh kok..pulang dulu ya oppa..Annyeong.". jawabku sambil pergi meninggalkannya. Tiba-tiba dia menarik lenganku dan mengecup bibirku. Kecupan selamat tinggal. Kejadian itu sangat cepat. Tapi bagiku, aku merasa sedang terbang di langit biru bersama Luhan oppa yang menggandeng tanganku,, jujur saja itu pertama kalinya buatku. Dan kupastikan sekarang wajahku sudah semerah kepiting yang baru di rebus. Sangat merah.

"O..oppa kenapa tiba-tiba-,"
"Shh!..". belum selesai kubicara jarinya sudah menempel di bibirku menyuruhku untuk diam.
"Sudah pulang sana..hati-hati chagi..". Aku berjalan meninggalkannya sambil melambaikan tangan.

Buru-buru aku masuk ke rumah dan berlari menuju kamarku. Tapi sia-sia saja appa sudah menunggu di ruang tamu. 'Ah! Sial kenapa tadi aku tidak lewat jendela saja!'. pekikku dalam hati. "Darimana saja kau baru pulang?". Dengan nada yang sedikit tinggi, aku hanya menundukan kepalaku, aku tak berani menjawabnya.
"Appa sedang bertanya padamu!! Apa kau tidak dengar?!". Sekarang suaranya sudah lebih dari tinggi.
"Ahh tadi aku jalan-jalan sebentar..hehe.". jawabku takut-takut. Aku hanya bisa menjawab seperti itu. Apa aku akan menjawab bahwa aku kabur dari rumah karna eomma menyuruhku untuk di jodohkan dengan namja yang aku tidak tahu. Yang benar saja, kalau aku menjawab seperti itu aku yakin appa sudah menendangku keluar dari rumah ini-_-.
"Kau kira ada orang yang jalan-jalan sore-sore begini menggunakan seragam sekolah yang seharusnya di jam segini jam sekolah sudah selesai, dan kau masih berkeliaran di tengah hujan yang deras itu ha??". Baiklah sekarang omelannya sudah menjadi-jadi. Dan aku tidak tahu harus menjawab dengan pertanyaan berat seperti itu.

"Appa tahu.. kau bertemu seseorang kan?". pertanyaan yang terlontar cukup membuatku kaget.
"Nee?..". jawabku berusaha meyakinkan apa yang tadi di katakan appa.
"Appa melihatmu di luar tadi dengan seorang namja..". Apa??! jadi appa melihatku dengan Luhan oppa.
"Ah.. ya tadi aku bertemu dengannya-,"
"Namja itu Luhan kan? Bahkan tadi appa sempat melihatmu berciuman dengannya..". ucapnya dengan tegas. Apa-apaan ini??! Bagaimana bisa appa melihatku tadi? Kejadian itu sangat cepat. Apa mungkin appa sudah melihatku bahkan sebelum kejadian itu?.
"Appa benar kan??". tanyanya dengan suara lantang.
"Nee itu benar..". jawabku menahan air mata yang akan mengalir.
"Kau sudah tau kan kalau kau akan di jodohkan? Tapi kenapa kau melakukan itu nak? Kau mengecewakan appa..". Seketika itu air mataku mengalir. Aku tidak terima ini, aku belum menjawab bahwa aku bersedia d jodohkan.
"Ta..tapi appa.. aku sudah memilih namjaku sendiri, kumohon batalkan perjodohan ini..". jawabku terbata sambil menangis.
"Kaukira segampang itu untuk membatalkannya hah? Mempersiapkannya saja membutuhkan waktu yang lama. Dan sekarang mau dibatalkan begitu saja?? Kau pikir segampang itu? Lagipula namja yang kau pilih tidak sebanding dengan dirimu nak..dia dari keluarga mengengah kebawah..". jawaban itu membuatku muak, dari dulu appa tidak berubah. Dia hanya ingin aku menikah dengan orang kaya-kaya tanpa melihat perasaanku.
"Aku belum bilang aku setuju dengan perjodohan ini! Dan satu lagi, aku mencintai seseorang bukan berdasarkan besar nilainya, tapi berdasarkan besar cintanya kepadaku, entah itu orang kaya atau bukan itu bukan masalah bagiku..".
Selesai memberi jawaban itu aku langsung masuk ke kamar tanpa mempedulikan suara appa yang menyuruhku kembali. Aku menangis di kamar. Appa dan eomma sudah berkali-kali menyuruhku untuk keluar, tapi tetap saja aku tak berkutik dari ranjangku. Luhan berkali-kali menelponku karna aku tidak membalas smsnya. Jika aku menjawabnya dengan keadaan menangis seperti ini, oppa nanti akan khawatir. Jadi kuputuskan menjawabnya dengan sms. Aku menggeserkan jariku di layar hp dan mendapati 16 panggilan tak terjawab dari Luhan oppa.

From : Luhan Oppa
Ahn Ra.. apa kau baik-baik saja? Kenapa kau tidak membalas sms ku? Apa kau marah padaku?

From : Yeojachingu
Anniyo oppa..gwenchana.. :)

From : Luhan Oppa
Lalu kenapa kau tidak mengangkat telfonku?

From : Yeojachingu
Mian.. tadi aku ketiduran.. hehe :)

From : Luhan Oppa
Sudah jangan memakai emot itu lagi, oppa tau kau tidak tersenyum. Ada masalah apa? ceritakan dengan oppa..

Apa aku harus berkata sejujurnya pada oppa? Tapi hubungan kami baru beberapa jam yang lalu.

From : Yeojachingu
Anniyo jinjja oppa gwenchana..

From : Luhan Oppa
Yasudahlah,, aku percaya padamu.. ini sudah malam cepat tidur ya.. Saranghaeyo Ahn Ra.. :*

From : Yeojachingu
Nee,, Nado saranghaeyo oppa :*

Hmm malam? Kulihat jam wekerku menunjukan pukul 11. 'Aigoo ternyata sudah selarut ini ya,,'. Aku beranjak dari ranjangku, untuk mandi. Ya daritadi sore aku belum mengganti seragamku. Begitu melangkahkan kaki ke kamar mandi, hpku bergetar. 'Aigoo ada apa lagi sih oppa-_-'. Begitu kubuka ternyata bukan dari Luhan oppa melainkan nomor yang tak bernama.

From : 085xxxxxx
Annyeong :)

From : Ahn Ra
Nugu?

From : 085xxxxxx
Naega.. namja yang akan di jodohkan denganmu..

From : Ahn Ra
Nuguya?

From : 085xxxxxx
Setidaknya salam atau apa dulu-_-

From : Ahn Ra
Hai. Nugu?

From : 085xxxxxx
Heish-_- naega.. Kai

Kai? Siapa dia? Seingatku appa tidak punya teman yang mempunyai anak bernama kai. Setidaknya sekarang aku sudah tau namanya. Appa pasti sengaja menjodohkanku dengannya karena masalah bisnis. Luhan oppa tidak boleh tau tentang ini, sekarang ini aku hanya bisa berharap appa mengubah keputusannya.

_______________

TBC..^^mian ya kalo gaje. Itu maksudnya yg bales-balesan sms namanya dari kontak mereka masing-masing. Saran dan Komentarnya ya readers. Don't be a silent readers. Gomawo ^^

Jumat, 02 Agustus 2013

Fan fiction - Always Rain Part 1 (EXO)




Part 1

Genre: Romance, angst,school life

Rating: PG-15

Length: Chaptered

Author: ririzzahra

Main Cast:

Lu Han (Lu Han EXO)

Kim Jong In (Kai EXO)

Choi Ahn Ra (OC)

Othher Cast:

Kim Min Ra (OC)

Do Kyungsoo (D.O EXO)

Byun Baekhyun (Baekhyun EXO) Mian kalo ceritanya Gaje *Bow 90'


Ahn Ra POV

Hujan turun dengan derasnya tanpa ampun, aku hanya bisa berdiam disini, memikirkan perjodohanku. 'Apa semua ini akan berhasil? Aku tidak yakin'.

Flasback

Author POV

"Eomma.." Ahn Ra bergelayut manja di lengan eommanya.
"Ada apa anakku yang manis?" mengelus anak bungsunya yang cantik.
"Kenapa minggu-minggu ini eomma jarang berada di Seoul?" Ahn Ra mempoutkan bibir kecilnya.
"Ehmm, begini anakku, eomma akan pindah kerja ke New York dengan Appa mu.."
"Mwo?! New York??"
"Nee,, mian ya eomma baru bilang sekarang.."
"Nanti aku di rumah sama siapa?"
"Eomma berangkat ke New York minggu depan,, dan nanti akan ada seorang namja yang menemanimu disini.."
"Siapa namja itu??" tanya Ahn Ra
"Nanti kau akan tau nakk" jawabnya lembut sambil mengelus kepala anaknya itu.

SKIP

@ School

Ahn Ra POV

"Min Ra..!" . Dia tak menjawab, malah sibuk bercanda dengan Kyungsoo dan Baekhyun.
"YA! KIM MIN RA!!"
"NEE!! WAE?!" jawabnya sambil berdiri.
"Kenapa kau tidak menjawabku??!!"
"Aku sedang bicara dengan Bacon jadi tidak dengarr NYONYA" dengan penekanan di kalimat terakhir.
"Ya! Ahn Ra! pagi-pagi brisik banget sih?" Kyungsoo ikut menjawab.
"Diam kau!" kupamerkan tinjuku di depannya. Dia hanya tertawa.
"Memang apa yang bisa kau lakukan dengan tinjumu hah? Memukul angin?" ejeknya.
"Itu tidak lucu kau-,"."Sudah diam!!" Baekhyun yang daritadi diam merasa terusik.

"Huh!"
"Nah,, Ahn Ra yang baik, lucu, imut dan menggemaskan kau mau bilang apa?" Min Ra menampakan wajah sok sucinya itu.
"Setelah kau berteriak padaku, kau masih bisa memberiku wajah seperti itu ha?" jawabku ketus.
"Hehe mian,, sudah ah ayo kita ke atap sekolah, kita curhat disana" dia menarik lenganku dan membawaku ke atap sekolah.

"Begini, Min Ra,," aku memulai pembicaraan.
"Sebenarnya aku akan di tinggal oleh orang tuaku ke New York.."
"Mwo??! New York? YEE!!" Min Ra yang sedari tadi memajang wajah sucinya sekarang berubah menjadi senyum evil nya.
"Ya! Min Ra ya! Kenapa kau senang?!"
"Nanti kita bebas pulang malam, menadakan party di rumahmu yang super besar itu, dan dan waaaaa banyak sekali yang ingin kulakukan!"
"Kau gila ya? Bukan itu masalahnya,, tapi orang yang menjagaku adlah seorang NAMJA.."
"Mworago??!! Namja? Namja? Cowo?" dia membulatkan matanya seakan tak percaya.
"Nee.. dan aku belum tahu siapa namja itu-,- aku butuh solusi darimuu"
"Baiklah tenang, tenang, posthink ajaa siapa tau namja itu Pamanmu, atau Kakekmu mungkin?"
"Ayah ibuku anak tunggal dan kakekku sudah meninggal kau tahu?" jawabku dengan smirk.
"O, Jinjja? Mianhe Ara ya.."
"Nee gwenchana.."
"Tunggu dulu,, kalau namja itu seumuran denganmu.. jangan jangan kau diJODOHKAN??"
"Hah? Jodohkan? Yang benar saja umurku 18 tahun Min Ra..18 tahun"
"Yaa jodohkan tidak pandang umurr lagipu-," TET TET TET..Kata-katanya terhenti karena bel masuk.

Aku menhempaskan tubuhku di ranjang. Benar juga kata Min Ra, jodoh tidak memandang umur. "Choi Ahn Ra, apa kau di dalam" pintu terbuka, eommanya masuk dan duduk di samping anak perempuannya.

"Nee eomma waeyo?" tanyaku antusias.
"Eomma ingin membicarakan sesuatu denganmu, ikut eomma ..".

Aku hanya bisa mengikutinya di belakang aku tidak tahu apa yang terjadi. Firasatku buruk. Sangat buruk. Aku membayangkan kata-kata Min Ra yang masih terngiang di kepalaku. 'Aigoo Ahn Ra,, kau harus positive thinking'. Benar saja, eomma mengelus-elus pundakku sebelum bicara. Aku tau maksud perlakuan ini. Ini benar berita buruk. Aku tak sanggup mendengarnya. Aku tak ingin mendengarnya. Tapi apadaya, sekarang aku sudah di hadapkan dengan kenyataan.

"Ahn Ra sayang, eomma minta maaf sekali padamu, karna baru memberitahukan ini sekarang,,"

DEG. Perasaan ini memuncak. Aku penasaran apa itu. Tapi aku takut mendengarnya.

"Ne..e eomma apa i..itu"
"Kau akan di jodohkan nak.."

Eomma langsung menggenggam erat tanganku dan memelukkku. Aku bingung dengan apa yang kurasakan saat ini. Sedih, Sakit, Marah. Ingin rasanya aku untuk menangis. Tapi idak bisa disini. Aku harus tetap tenang di depan eomma, aku tidak ingin mengecewakannya.

"Tapi kenapa eomma? Kenapa aku harus di jodohkan? Aku mempunyai cara tersendiri untuk mendapatkan namjaku," kuberanikan untuk bertanya. Wajahnya terlihat kaget dengan pertanyaanku.
"Wah anak eomma sudah besar ya, sudah mengerti yang seperti itu.."
"Eomma! aku ini sudah 18 tahun! aku bukan anak kecil lagi! Aku punya caraku sendiri!"

Kulepaskan pelukannya, aku berlari keluar rumah masih memakai seragam sekolah dan sandal japit. Aku tidak tahu harus kemana. Aku tidak ingin pulang ke rumah. Terlalu cepat untuk menerima keputusan ini. Bagaimana biasa eomma berpikir seperti itu. Di jodohkan? Sekarang sudah tahun 2013, bukan jamannya lagi perjodohan. Lagipula itu paksaan, mana ada orang yang mau di perlakukan seperti itu.

Berjalan tanpa arah dan peta, aku sampai di sebuah taman yang sepi. Hanya ada aku di sana. Aku merebahkan diri di rumput. Aku membayangkan jika aku sudah mempunyai namja yang mencintaiku pasti tidak seperti ini. Kenapa harus aku yang mengalami ini Tuhan? Apa salahku?. Begitu lamanya aku mencurahkan isi hatiku, tak terasa air bening mulai berjatuhan dari langit.

Hujan?. Aku melihat sekelilingku. Tidak ada tempat untuk berteduh, terpaksa aku menggunakan pohon besar di sampingku untuk tempat berteduh. Yaa, itu juga pohon, aku masih terkena air hujan walau pohon melindungiku. 'Sial aku tidak membawa handphoneku'. Hujan semakin lama semakin deras, seragamku basah semua, alhasil aku meringkuk melipat kedua kakiku kedinginan. Tiba-tiba saja aku tidak merasakan air hujan mengalir di kepalaku. Aku mendongak untuk melihat siapa malaikat yang telah menyelamatkanku. Kulihat wajahnya, mataku membulat menatapnya seolah-olah aku hanya mimpi. Kupandangi wajahnya, Malaikat yang Tampan itu memberikan senyum terindahnya.

Kupandang wajahnya lekat-lekat 'sepertinya aku mengenal wajah orang ini'. Bagaikan mesin waktu ingatan-ingatanku tentang dirinya kembali bermunculan di kepalaku.

"O..Oppa?"


 ______________

TBC..^^mian ya kalo gaje. Part 2 nya akn lebih panjang kok. Saran dan Komentarnya ya readers. Don't be a silent readers. Gomawo ^^

Senin, 29 Juli 2013

Fan fiction - Saranghae? Part 2 (EXO) end


Part 2

Genre: Angst, Romance,bit comedy

Rating: PG-13

Length: Chaptered

Main Cast: Choi Shin Hye (OC/ yourself), Do Kyungsoo (D.O)

Support cast: Kim Ji Yeon

"Bahkan hujan petir tak bisa memberhentikan langkah kita bedua, selamanya"


Shinhye POV

 Drrt...drrt...drrt ponselku bergetar. Hmm dari Kyungsoo oppa?. Aku membaca pesan dengan mata melotot.

From : Kyung Oppa :*
Kamu pulang saja, aku tidak akan kesana, Mianhe

Sudah? Itu saja yang di katakannya? Tidak bisa datang? Permintaan maaf yang super singkat? Astaga, apa yang kupikirkan hingga aku menunggunya hampir satu jam lebih? Dia tidak datang,aku menyesal, kecewa, rasanya aku ingin menangis.

"Aku ke rumah oppa sajalah,, sekalian kuantar spaghetinya" senyum cerah kembali menyungging di bibirku, aku percaya Kyungsoo oppa masih milikku.
Tiba-tiba langkahku berhenti.
Tanganku dingin bergetar, rasanya detak jantungku berhenti.
Mataku terasa perih, sayup-sayup kudengar namanya dipanggil, "Kyungsoo oppa,, kalo ini bagus gak?"

Lelaki berambut cokelat kemerahan dengan gaya bicaranya yang dewasa. Sangat kukenal, postur tubuhnya, kedua bola matanya yang seakan-akan menyihirku untuk mendekatinya. Kyungsoo oppa dan seorang perempuan yang tinggginya sama denganku. Siapa perempuan itu? Apa dia yang telah membuat oppaku berpaling?

Mereka memasuki toko baju, melihat-lihat dan sesekali perempuan itu menggandeng tangan Kyungsoo apabila ada baju yang menarik perhatiannya. Kyungsoo memilih baju dress, berwarna pink dengan motif tribal yang cantik. Dia melingkarkan bajunya di perempuan itu. Perempuan itu tersenyum dengan girangnya, Kyungsoo balas tersenyum, Senyum yang selama ini kukira hanya milikku sekarang diumbarnya kepada perepuan yang entah siapa namanya.

Sudah cukup. Ini terlihat sangat menyakitkan untukku. aku tank sanggup melihatnya lagi. Sekarang aku berlari menuju taman dengan air mata yang sudah membanjiri pipiku. Mereka berdua duduk di cafe, tepat di seberangku. Aku melihatnya mereka duduk bersama, saling senyum dan sesekali bersenda gurau.

Tetes air hujan mulai membasahi jalan, aku tertunduk lemas dan tanpa sadar aku berjalan melewati hujan begitu saja menghampiri kyungsoo.
" Kyungsoo oppa, aku hanya ingin memberimu ini," kusodorkan kotak bekalku. Dia menerimanya dan masih memandangaku. Aku berlari di tengah hujan menuju ke taman. Aku menangis sejadi-jadinya. Seperti orang bodoh saja duduk di taman terbuka itu di hujan yang deras ini.

"Aku tau kau sudah tak mencintaiku lagi, Kyungsoo.."
"Tapi caranya tidak seperti ini,, ini terlalu menyakitkan buatku.."
"Kenapa kyungsoo? Kenapa? Di hari spesial ini, yang harusnya kita rayakan bersama, malah berakhir seperti ini.."
"Kau tega melakukan ini padaku Kyungsoo,, kau tega,,"
"Chagi ya,, kamu salah paham"

Aku berbalik, kulihat wajahnya, jantungku berdegup kencang, aku masih menagis, aku melihat wajah tampannya yang basah karena hujan. Sambil menahan emosi, aku berdiri menghadapnya.

"Shinhye ya, aku minta maaf, aku tak bermaksud mengkhianatimu.. aku-"
"Sudah cukup oppa, kau tak usah bicara lagi, aku tau kau sudah tidak mencintaiku lagii" kuusap air mataku yang semakin deras.
"Mian, sebelumnya aku baru bilang ini kepadamu..-"

DEG!

Jantungku berdegup keras, aku takut mendengar kata-kata yang tak ingin kudengar.

"Aku membelikan mu ini,," dia memberikan gaun pink yang tadi ia beli.
"Tapi oppa..- kenapa?" tanyaku bingung.
"Aku tidak mau bertemu denganmu dengan tangan kosong, jadi aku membelikanmu ini, makanya aku mengajak saudara sepupuku untuk menemaniku.."
"Gomawo oppa, mianhe,, tadi aku salah paham denganmu,, aku sangat menyesal,,"
"Dan satu lagi hadiah untukmu.."

Dia mengeluarkan sesuatu dari sakunya,, mengalungkannya di leherku. Kalung cantik berbandul kupu-kupu sekarang hinggap di hatiku. Aku menatapnya dengan tatapan berkaca-kaca, aku bahagia, sangat bahagia bisa bersamanya.

"Saranghaeyo.. Choi Shin Hye" ia mendekat memegang tanganku.
"Na do saranghaeyo.. Kyungsoo"

Aku mendekapnya dengan erat, dia balas memelukku, pelukannya begitu hangat untukku, hari ini adalah hari teristimewa seumur hidupku sebagai Shinhye. Keistimewaan itu tak lengkap bila tanpamu.. Kyungsoo.



—END—



Sabtu, 20 Juli 2013

Fan fiction - Saranghae? Part 1 (EXO)

Part 1

Genre: Angst, Romance,bit comedy

Rating: PG-13

Length: Chaptered

Main Cast: Choi Shin Hye (OC/ yourself), Do Kyungsoo (D.O)

Support cast: Kim Ji Yeon
                    

Shin Hye POV

Kyungsoo. Ya dia, seorang lelaki tampan yang menjadi pacarku selama satu tahun ini. dan tepatnya hari ini adalah peringatan 1 tahun kami, karena itu aku membuatkan Cheese Spaghetti kesukaannya, sambil membayangkan bagaimana reaksinya saat ia memakannya dan bahagiannya ia membuatku senang dan deg-degan. Aku menunggunya di Zoo cafe, tempat biasa kami bertemu.

Aku sudah janji dengannya akan datang jam 11, tapi aku sudah menunggunya di sini setengah jam dan wajahnya belum nampak. Bahkan semua sms dan telfonku tidak di gubrisnya. Aish! kemana oppa pergi? Apa dia lupa? Sambil menungggunya aku menyalakan SLR ku yang tadi kubawa niatnya si, untuk foto bareng,, Ku lihat foto-foto lamaku bersamanya sesekali tersenyum, Teringat pertama kali saat aku bertemu Kyungsoo...

Flashback 1 year...

Saat itu aku bersekolah di Incheon High School Musical dan saat itu juga merupakan tahun terakhirku di sana

Sekolah masih sepi. Pukul 7 pagi belum banyak murid yg di sekolah. Saat melewati ruang latihan, aku mendengar suara seseorang sedang bernyanyi dengan indahnya, kuberanikan untuk melihatnya, terlihat dari jendela rambutnya yg merah mohak, matanya yg bulat, dengan serius membaca teks sambil terus bernyanyi. Yaaa aku hanya gadis biasa di sekolah ini, ngga terlalu populer tapii ya ngga trlalu kudet jugaa,, tapi aku baru melihatnya, dengan wajah tampannya sepertinya dia orang yang populer._.

" Ya! Nuguya??"

Gawat ketauan nih, aku menundukan kepalaku, tapi sia-sia saja dia sudah ada di hadapanku dan menatapku bingung.

"Kamu siapa?"

"Ahh,, mianhe tadi aku lewat sini terus denger kamu nanyi, jadi aku lihat du lu sebentar,, ehm.. maaf kalo ke ganggu ehh..ah silahkan lanjutin latihannya.." ucapku salah tingkah. Jantungku berdegup kencang, aku belum pernah seperti ini sebelumnya, jujur saja ini perta kalinya melihat lelaki setampan dia.

"Ah tidak seharusnya aku yang minta maaf, aku baru melihatmu tadi malah ku kira kau itu hantu kekeke~" sambil tersenyum dia mengulurkan tangannya padaku.

"Do kyungsoo. Panggil saja Kyungsoo"

Wajahku memerah, rasanya sulit bernafas dengan senyum mematikannya itu, sempat ragu untuk menjabat tangannya, sedikit menelan ludah ku jabat tangannya.

"Choi Shin Hye.."

Saat itu juga rasanya seperti disengat listrik tanganku gemetar tapi berusaha kutahan dengan kuatnya. Cukup lama kami bersalaman. Akhirnya sengatan listrik itu terlepas.

"Oh ya tadi kamu dengar laguku kan? bagaimana? menurutmu bagus tidak?"

"Ah nee itu tadi bagus sekali suaramu daebakk, apa kamu menulisnya sendiri?"

"Aku dan teman-temanku akan membawakan lagu ini untuk perpisahan nanti. Coba dengarkan lagi ya?"

Aku mengangguk. Kami duduk berdua di taman. Hanya berdua. Dia berada di sampingku dan bernyanyi dengan indahnya dan di iringi angin sejuk pagi hari, sungguh pagi yang sangat menyenangkan. Baru pertama kali ada laki-laki yang mengajakku berdua seperti ini. Dan aku tidak menyangka kalau laki-laki itu adalah Kyungsoo.

Sejak hari itu, kami saling menyapa satu sama lain. "Ah! Jeongmal? Kok bisa si, kamu knal ama dia?" tanya Jiyeon salah satu sahabatku. "Ceritanya panjang laaahh~"
Setiap pagi kami juga bertemu di tempat latihan, dia bernyanyi di samping ku. Semakin lama aku semakin mengenalnya, dari yang tidak mengenal samasekali sampai menjadi sedekat ini. Sesekali aku memandangnya, aku semakin menyukainya apalagi senyumnya. Dan yang aku rencanakan nanti setelah acara perpisahan, aku akan mengutarakan isi hatiku.
......
Hari ini adalah perpisahan sekolah. Dan nanti sesuai yang aku rencanakan aku akan mengutarakan isi hatiku padanya. Jantungku berdegup kencang saat membayangkan apa yang akan aku katakan nanti.

Saat ia dan teman-temannya mulai bernyanyi, tak henti-hentinya aku menatap wajahnya yang sedang serius itu. Dia membawakan lagu My Lady dengan baik setelah berlatih bersamaku. Namun ada satu hal yang membuatku bertanya-tanya. Apa dia udah punya pacar?. Aku belum berani bertanya padanya, aku belum siap untuk merasakannya.

Penampilannya sudah selesai, sekarang aku bersiap-siap di belakang panggung, untuk menunggunya turun mengatakan isi hatiku padanya. Aaaaaa!! sekarang pikiranku mulai kacau,, rasanya tak bisa bernafas, jantung ku berdugem keras, deg deg deg..

"Gamsahamnida semua!!" teriak Kai.
"Semoga kalian menyukai penampilan terakhir kamii!" sambung Baekhyun.
 "Pesan dan kesan akan di sampaikan satu-satu mulai dari Chanyeol"

Aku tak menderngar semua yang di ucapkan Chanyeol dari belakang panggung. Kepalaku terasa kosong saking deg-degannya. Saatnya Kyungsoo menyampaikan pesan dan kesannya kepada semua. Jiyeon menarikku ke dekat panggung. "Ayoo Shin Hye sekarang waktunya Kyungsoo" dia menarikku seolah menarik tali tambang, kuat sekali. Pasrah ditarik Jiyeon sekarang aku berada tepat di jalan keluar panggung. Tanganku dingin, bergetar, mataku mulai panas dan ada saja gejala orang yang akan menyatakan cinta.

"Nee kamsahamnida semuanya yang sudah menyaksikan penampilan kami tadi, Aku hanya ingin bilang kepada semua teman-temanku disini, bahwa aku sangat senang mempunyai sahabat seperti kalian, bagiku kalian semua adalah keluargaku.." senyum manisnya mengembang di wajah tampannya. Aku ingin menangis mendengarnya, tapi berusaha ku tahan.

"Dan yang terakhir aku ingin berterima kasih kepada sahabat terbaikku, Choi Shin Hye, yang telah menemaniku sepanjang latihan" Kyungsoo menarik tanganku, sekarang tanganku digenggam erat olehnya, tangannya yang hangat memberikan rasa nyaman untukku. Jantungku sudah seperti bom atom yang akan meledak, deg-degan yang bukan main rasanya. Sekarang dia berlutut di depanku, masih menggenggam tanganku "Saranghaeyo Shin Hye, jadilah pacarku.." ucapnya dengan senyuman. Sekarang semua mata di panggung melihat ke arahku, mereka kaget, senang, ada juga yang menatapku sinis.

Air mataku mengalir dengan derasnya, aku tidak percaya ini, sekarang dia sendiri yang menyatakan cintanya padaku, lututku lemas. " Na do.. Sa..ranghae Ky..Kyungsoo" jawabku terbata. Tangannya meraihku dan memelukku, sekarang aku menangis di bahunya. Di bahu kekasihku.. Kyungsoo. Tak henti- hentinya aku menangis di bahunya, aku masih tidak percaya ini, Kyungsoo yang tadinya kulihat sendirian di tempat latihan sekarang berada di sisiku, sedekat ini aku dengannya, aku berada di pelukannya..

END Flashback

Itu tadi baru part 1 nya,, part 2 nya besok-besok yah,, mimin lagi sibuk nih wkwk,, Bye-Bye
Kasih komennya ya, don't be a silent readers^^ Kamsahamnida







Jumat, 12 Juli 2013

Fan Fiction - Friend and Boyfriend Part 2 end (EXO)

Part 2

Genre: Angst and Romance

Rating: PG

Length: Chaptered

Main Cast: Do Kyungsoo (D.O), Choi Jung Ah (yourself)


Support Cast: Kim Teyeon (OC)
                      Park Chanyeol ( Chanyeol)
                      Byun Baekhyun (Baekhyun)


Warning: cerita ga mudengin, udah mainstream, bosenin, mianhee ya masih newbie._.v


Jung Ah POV
...aku harus ngomong apa ya?...
"Ehmm ah..itu.. yaa.. dia itu temen deketku..kalo mau ka.." belum selesai bicara dia sudah berjalan menuju meja kyungsoo. "Ehm.. annyeong kyungsoo ya aku yeonnie.."ujar taeyeon mengulurkan tangannya sambil tersenyum manis. "Ehm ya annyeong juga yeonnie.." dia menjabat tangan yeonnie dan membalas senyumnya. humph! padahal barru pertama bertemu, udah nyengir-nyengir kek gitu. " Ah maaf yeonnie aku harus pergi dulu, annyeong" ujarnya sambil melambai ke arah yeonnie. Beraninya dia sok ramah kaya gitu ke anak yang baru dia kenal, Apa mereka gak nyadar kalo daritadi mereka aku liatin terus?. " Ya jung ah yaa~!!"teriak yeonnie kegirangan. "wae?"jawabku malas. "kamu liat kan tadi sapaan ku di jawab kyungsoo? liat kan? liat? waaaa!!" teriak yeonnie sambil melompat-lompat kegirangan. Hmm iyalah yang suka sama pacar orang~. " ah,, nee congrats ya.." kataku dengan wajah cemberut.

Skip...

Aku menghempaskan diriku ke ranjang, huh! baru kali ini aku merasa se jealous ini sama temen sendiri, apa aku harus ngomong yang sebenarnya aja ya sama yeonnie? Tapi nanti dia kecewa banget, apalagi katanya ini baru pertama kalinya dia melihat cowo se keren kyungsoo..hmmph aku harus gimana tuhan? aku gamau dia sakit hati, dia sahabatku..

PRANG!!!
Suara pecah tadi membuyarkan lamunanku. Dengan segera, aku berlari turun ke bawah dan mendapati adikku Sehun meringis kesakitan.
"Ya Ampun sehun ah! wae yo? kamu kenapa? ada apa dengan jarimu? kenapa berdarah?"
"Annieo nuuna gwenchana yo,,"sehun melepaskan genggaman tanganku.
"Gwenchana apanya?? jarimu terluka sayang..nuuna gak mau kamu infeksi, sini biar nuuna liat.."aku melihat telunjuknya yang berdarah.
"tunggu sebentar ya, biar nuuna ambilkan betadine," aku kembali membawa betadine dan mengoleskannya di jari sehun.
"Aww,, nuuna perih,"
"Sudah, sekarang kamu istirahat ya, nanti biar nuuna yang bereskan pecahannya." aku merasakan pelukan sehun dari belakang dan membisikan sesuatu
"Gomawo nuuna.."bisiknya pelan.
"Nee sehun-ah gwenchana,"aku balas memeluknya.

Sendirian. Ya sekarang aku sendirian di taman, menunggu seseorang yang entah kapan akan datang. Tadi aku sudah sms kyungsoo untuk bertemu di taman pukul 4 sore. Tapi apa? aku sudah menunggunya setengah jam disini, telfonnya tidak di angkat. Sedang apa dia? Sesibuk apa dia sampai tak bisa menemui pacarya? Apa dia sedang bersama yang lain? Ah tidak  tidak tidak, apa yang kupikirkan? aku baru pacaran dengannya 1 bulan yang lalu, tidak mugkin dia seberani itu,,Kyungsoo,..Drrt...drrt..drrt oh ada sms dari Kyungsoo?!

From: Oppa :*
Chagi ya, mian oppa baru bilang sekarang, oppa gabisa kesa sekarang ada urusan mendadak,dan harus pergi ke Zoo cafe  Mianhe, Saranghae ;*

Kenapa gabilang daritadi sih? kalo gabisa dateng. Aku pulang ke rumah dengan perasaan kecewa, segitunya ya oppa, lebih mentingin urusan sendiri daripada pacarnya sendiri?
Drrt...drrt...drrt.. hm? sms lagi? kali ini dari Yeonnie?

From: Yeonnie
Ya Jung ah, aku dan kyungsoo oppa mau ketemuan lo, di Zoo cafe,, daebak kan? Alesannya aku mau minta duet bareng nanti di Perlombaan musik sekolah, semoga dia mau ya? wkwkwk ;p

"Mwo??!!" teriakku dengan suara lantang yang membuat orang-orang di taman melihatku bingung. Tanpa pikir panjang aku langsung pergi ke Zoo cafe. Benar saja, ketika sampai aku melihat mereka berdua sedang duduk, berbicara dan sesekali bergurau. Aku memilih tempat duduk berada tak jauh dari mereka, samar-samar kudengar pembicaraan mereka.

"Ah,,Yeonnie ya, sebenarnya kamu mau ngomong apa?"
"Oh ya, e.. gini nih oppa, sebenernya aku mau ngajak oppa duet pas pertunjukan musik besok,"
"Ya boleh si.. tapi.."

Belum selesai kudengar kata-kata kyungsoo, aku sudah pergi keluar dari cafe itu, aku muak dengan pembicaraan mereka, aku tak habis pikir, kyungsoo oppa memilih temannya yang baru ia kenal, daripada pacarnya yang sudah menunggunya hingga setengah jam lebih? sendirian? huh benar-benar!

Esoknya di sekolah...

Kyungsoo sudah menungguku di depan sekolah, sambil sesekali melirik jam tangannya. Tumben sekali dia,.
"Jung Ah ya!" teriaknya dan berlari menuju kearahku.
"Wae? tumben sekali menungguku seperti ini," kyungsoo menggenggam tanganku
"Kau pacarku, kenapa tidak boleh?" liriknya sambil tersenyum. Senyumnya yang memabukkan membuatku membutuhkan nafas buatan karena sekarang paru-paru ku berhenti berfungsi.
"Yyya bolehh si,.." belum selesai aku bicara kyungsoo menarikku masuk ke kelas.

Skip pelajaran..

"Ehm..ehm, yang tadi pagi pegang-pegangan tangan di depan sekolah," ledek si tiang listrik chanyeol.
"Hih! ngiri-ngiri nih.." sahutku dengan nada mengejek.
"Enak aja, gua juga masih punya si nyai eyeliner,," jawab chanyeol.
"Kenapa lo manggil-manggil gue? Kangen?" datanglah si nyai eyeliner tanpa di undang.
"Iya nyai,, aku kangenn muwahh,,".
Merekalah moodboster ku setiap hari, ya Chanyeol dan Baekhyun, lawakannya bikin ketawaaa tiap harii.

Kyungsoo memandangku dari kejauhan. Aku tak menggubrisnya, hanya meliriknya, mungkin dia bingung kenapa aku bersikap dingin seperti ini,, ya biarlah dia tau sendiri nantinya. Oh ya tentang Yeonnie sekarang aku tidak dekat lagi dengannya aku menjauh darinya, sejak dia bertemu kyungsoo di cafe itu. Hufft udahlah jadi flashback nih,
Tak terasa pertunjukan musik itu akan diadakan besok, ya besok waktu berjalan sangat cepat ya,.

Esoknya..di Aula sekolah

Perlombaan musik di mulai semua peserta termasuk aku sudah bersiap-siap untuk maju..
Satu persatu maju dengan penampilan yang menakjubkan,, Dan tibalah saatnya aku untuk maju..
Aku memainkan jari-jariku diatas piano klasik berwarna putih yang tentu saja sambil bernyanyi, aku menyanyikan lagu Baby
Maen cheoeum ne kkum, ne mal, geu nunmulboda jinhan

Tto cheongugui nektaboda dalkomhaetdeon

Yes, you are my baby baby baby, baby baby baby

Selesai memainkannya aku memberi hormat kepada juri dan diikuti tepuk tangan dari para penonton.
Penampilan terakhir Yeonnie dan Kyungsoo mereka tidak memberitahu lagu apa yang akan di bawakannya. Yeonnie bersiap-siap meletakkan biola di pundaknya, Kyungsoo memegang mic dan mulai mengeluarkan kata-kata yang membuatku kaget.

"Lagu yang akan kunyanyikan kali ini untuk kekasihku yang sedang duduk disana" dai menunjukku dengan senyuman hangatnya. Seketika aku merasakan rasa bersalah yang mendalam. Apa yang telah kulakukan? Bahkan aku tak mempercayai kekasihku sendiri? Betapa bodohnya aku, harusnya aku tahu bahwa hatinya memang benar-benar untukku. Perlahan-lahan aku merasa mataku terasa beritu panas dan perih aku tak dapat membendung air mataku lagi, aku menangis sejadinya saat Kyungsoo mulai menyanyi, begitu Kyungsoo selesai  bernyanyi, aku tak kuat lagi, lantas aku berlari ke luar dari aula itu dan berlari menuju atap sekolah, Apa yang sudah kulakukan? Kenapa aku seperti ini? Bahkan aku juga menjauhi Yeonnie... Air mataku mengalir tak henti-hentinya. 
Tiba-tiba ada seseorang yang memegang tanganku,, ya,, mendekap telapak tanganku, tangan itu begitu hangat, dan lebih besar dari milikku. 
Aku tahu itu tangan Kyungsoo, aku bisa merasakannya,, benar saja dia berdiri di sebelahku
Tepat di sebelahku.
.
Hening
"Kenapa kau menangis?" ucap Kyungsoo memulai pembicaraan
Aku tak menjawab, aku sibuk mengusap air mataku
"Aku tahu kau merasa bersalah kan?"
Aku hanya mengangguk, tak berani menatap wajahnya
"Sebenarnya aku tahu, waktu itu kau memata-matai kami kan? di Zoo cafe?
"Hmm bagaimana kau bisa tahu?"
"Tentu saja aku tahu, dari caramu duduk, pura-pura membaca menu, aku sudah tau itu"
"Kenapa kau diam saja?"
"Aku hanya tak ingin membuat Yeonnie kecewa.." Genggaman tangannya bertambah erat.
"Kau tahu kenapa?" tanyanya lagi. "Itu karena besok ia harus pindah lagi ke China" ucapnya serius.
"Apa itu benar?" 
Dia mengangguk, "Dia ingin aku menemaninya di saat-saat terakhir di sekolah ini.."

Flashback in Zoo cafe
Yeonnie POV
"Ah,,Yeonnie ya, sebenarnya kamu mau ngomong apa?"
"Oh ya, e.. gini nih oppa, sebenernya aku mau ngajak oppa duet pas pertunjukan musik besok,"
"Ya boleh si.. tapi.. apa kau sudah bilang dengan Jung Ah,,?"
"Ehmm.. iya sudah memangnya kenapa?"
"Aku takut hubunganku dengan Jung Ah akan tidak baik"
"Hubungan? Apakah kalian berpacaran? Apa itu benar?
"Iya kami berpacaran sudah sekitar 1 bulan yang lalu..apa Jung ah tidak memberitahukan padamu?"
Aku hanya menggeleng "Eh sebelum itu oppa, aku ingin menyatakan sesuatu,,sebenarnya aku menyukai mu oppa," pipiku mulai merona merah. Akhirnya aku mengatakannya, tapi oppa sudah milik Jung Ah..
"Hmm maaf sekali ya Yeonnie.. Aku sudah milik Jung Ah, mungkin Jung Ah tidak ingi nmenyakiti perasaanmu, makanya ia tidak bilang kalau aku sudah menjadi miliknya."
"Tapi kumohon oppa, sekali ini saja, Perlombaan musik itu hari terakhir aku di sekolah, aku harus pindah lagi ke China.."
"Sungguh? Baiklah aku akan tampil dengan mu.. tapi ada satu syarat, kau harus mengikuti rencanaku,"
"Baiklah,, Gomawo oppa," Sakit rasanya, orang yang kucintai ternyata milik orang lain..

End flashback

Jung Ah POV

"Apa Yeonni sudah pergi?" tanyaku.
"Ya dia sudah pergi, saat penampilan kami selesai dia langsung pergi.."
"Aku minta maaf  Yeonni aku sungguh-sungguh minta maaf.." aku menundukkan kepalaku, aku merasa sangat bersalah kepadanya.
"Sudahlah, kau bisa menelfonnya nanti.. sekarang aku ingin mengatakan sesuatu.."
Kyungsoo menarik tangan ku ke pelukannya. Pelukannya sangat hangat, penuh kasih sayang,

"Aku sangat mencintaimu Jung Ah.." bisiknya, dekapannya semakin erat,

"Aku juga sangat mencintaimu Kyungsoo"


—END—

 






Selasa, 09 Juli 2013

Fan Fiction - Friend and Boyfriend Part 1 (EXO)

Part 1

Genre: Angst and Romance

Rating: PG

Length: Chaptered

Main Cast: Do Kyungsoo (D.O), Choi Jung Ah (yourself)

Support Cast: Kim Teyeon (OC)
                      Park Chanyeol ( Chanyeol)
                      Byun Baekhyun (Baekhyun)

Warning: cerita ga mudengin, udah mainstream, bosenin, mianhee ya masih newbie._.v

aauuuuuuu~ suara serigala datang dari hp ku, yaps itu wolf lagu comebacknya exo yang lagi nge-hitz banget di kalangan pecinta k-pop.Ini alarm telat banget si?. "Jung ah ya!! bangun udah jam 7!! mau berangkat skolah jam berapa??!!". Ah Yeol oppa pagi-pagi udah bikin budeg kuping nihh~. "Nee oppa!! ini lagi mberesin kamar!!".
Aku turun terburu-buru turun naik lift dari lantai 63 ke lantai lobby lamaaa banget, yah kata-kataku terlalu hiperbola ya, sebenernya si cuma turun tangga biasa tapi sambil ngesot~wkwk.
"Kai sama sehun udah pada dibangun belom?"tanya oppa.
"Udah noh lagi pada mojok ngecas hp sambil cekikikan!"sambil nunjuk kai.
"Eishh tuh tuyul bukannya pada mandi malah mojok!"kata oppa.
"Heh item! mandi dulu sono, buruan,,"ledekku sambil ngelirik kai.
"Apasih manggil-manggil aku item! kamu tuh yang item!"marah kai.
"Heh! anak kecil,item,pesek,dekil idup lagi! kalo ngomong tuh yang sopan ya?! manggil kamu-kamu sama kakak sendiri!"aku ikut terpancing emosi.
"Loh salahnya manggil aku item!"sambung kai.
"Udahlah kalian berdua itu dongsaengnya oppa  yang item,dekil,culun,pesek,idup lagi!udah semuanya pada mandi! apa mau nunggu sampe kakak turun tangan njewerin kalian berdua ha??!.
"Eh iyadeh aku mandi duluu.."kata kai sambil lari ke kamar mandi.
"Yaudah kamu berdua sarapan dulu sinih, oppa bikin bibimbap,,"kata oppa dengan senyumnya. Duh oppa Yeol ini, kalo senyum manisnya setengah mati, tapi, klo udah ngamuk seharipun gak cukup deh berentinya-_-sadis banget.

Abis ribut tadi sama kai rasanya mau berangkat skolah tuh malesss banget,,penginnya tuh mukul tuh anak pake sapu sampe nangis, baru aku puas,.Apalagi ini hari pertamaku berangkat ke sekolah setelah liburan hampir 1 bulan.

Skip..

Teng..Teng..Teng
Suara lonceng berbunyi, tanda masuknya semua murid. Tak lama, guruku Gwang soo songsaenim masuk kelas diikuti oleh yeoja cantik di belakangnya."berdiri!"kata suho memberi instruksi. "Annyeong hasseyo songsaenim.."diikuti semua murid dengan membungkukkan badan.Hmm anak baru lagi..padahal baru kemaren ada anak baru, populer juga sekolahku muehehe.
"Nee..silahkan duduk..hari ini kita kedatangan anak baru lagi, silahkan.."kata gwangsoo nim seraya mempersilahkan yeoja tadi untuk memperkenalkan dirinya.
"Annyeong haseyo namaku Kim Tae Yeon biasa dipanggil Yeonie, semoga kita bisa jadi teman baik," wajahnya yang imut dan senyumnya yang manis membuat anak cowo di kelasku tersenyum berbinar-binar. "Yeonnie kamu bebas memilih tempat dudukmu.." kata gwangsoo  nim ramah.
"Nee kamsahamnida songsaenim."jawabnya.
"Ya anak-anak kita akan membahas soal setelah itu akan ada pengumuman yang akan saya berikan. Dia berjalan sambil terus menyapa dan menundukan kepalanya kepada teman-temanku.Sepertinya anak yang baik,gumamku.
"Aku duduk di sebelahmu ya ehm..Jung ah," katanya lembut sambil membaca namaku di buku tulis yang sedang kupegang.
"Ah ehm.. nee silahkan.."kataku membalas sapaannya yang ramah. Pelajaran fisika yang membosankan berlanjut dan itu lamaaa banget, ya yeonnie yang baru masuk kelas mesti semangat banget, hmm dia gatau si lama-lama kalo udah ulangan mesti bosen. Pikirku menebak-nebak,(bukannya belajar malah mikir begituan ni bocah-_-").

Skip..pelajaran fisikannya ya..wkwk

"Ya.. itu tadi pembahasan soal yang saya berikan,..selanjutnya istirahat ya.."kata gwangsoo nim sambil berjalan keluar kelas.
"Ehm.. mianhe songsaenim tadi katanya ada pengumuman," kata leader suho. "ehmm.. oh ya... saya hampir lupa..".emang udah lupa kan?duh bodong banget guruku Gwang soo nim ini-_-.
"Begini, kalian tahu kan acara tahunan sekolah kita,,ya benar akan ada Perlombaan Musik untuk semua murid di Sungkyungkwan high school ini, jadi nanti semua anak yang berminat mendaftarkan namanya di formulir ini,,"sambil menunjukan secarik kertas."Formulir ini saya titipkan kepada kamu ya Suho,"menunjuk suho.
"Iya,, baik pak.."jawab suho.
"Wahh ternyata ada acara kaya gitu ya di skolah ini, kamu ikut jung ah?"tanya yeonnie.
"Ehm iya, aku mau main piano klasik, kamu?"tanyaku balik.
"Biola aja dehh yang gampang hehe,,"jawabnya dengan senyum manisnya.
Dari percakapan tadi kami menjadi lebih dekat, seperti sudah mengenal sejak lama.

 "Oh ya daritadi tuh aku mau nanya ke kamu, kamu kenal gak cowo yang duduk di pojok depan itu siapa si?" tanyanya dengan menunjuk kearah kyungsoo. Oh ya kyungsoo iu pacarku, aku baru jadian sekitar 1 bulan yang lalu..hehe masih baru.
"Oh itu dia kyunsoo dia pa.."aku terdiam aku merasa belum saatnya aku bilang itu ke yeonnie,  keliatannya dia agak tertarik gitu ya sama kyungsoo, dari tadi ngeliatin terus,,(hmm jealous nih jealous).
...aku harus ngomong apa ya?...

Nah itu tadiiiiii part 1 nya dulu part 2 besok-besok yahh butuh inspirasi baru nihh,, komennya ya..makasih saran-saran juga boleh.. maaf kalo mbosenin._.v